Menyuguhkan informasi BPJS Kesehatan terkini dari sudut pandang yang berbeda

Sabtu, 19 September 2015

Melahirkan Dengan BPJS Itu Mudah

Ditulis beberapa jam lalu di medis sosial dari peserta yang biaya persalinannya ditanggung BPJS Kesehatan:

Tgl 10 Agustus 2015 lalu buat BPJS peserta mandiri uutuk dede bayi, kemarin debay lahir pake operasi cesar di RSCM Bekasi. Bukan RSCM RS Cipto Mangunkusuo tapi Rumah Sakit Cibitung Medika di Cibitung Bekasi.

Ketika masih dalam kandungan selalu periksa di RS tersebut dengan rujukan dari faskes 1 karena ada faktor penyulit bayi dalam posisi melintang dan ada indikasi kista. Tanggal 15 September kemarin masuk ruang UGD karena sebelumnya sudah janjian sama dokter kandungan jadwal operasi sudah ditentukan.

Waktu ngurus administrasi ada keluarga pasien yang diminta uang jaminan, saya pikir sudah pake BPJS kok masih ada uang? Tiba giliran saya mbak bagian administrasi dengan senyum menyapa pake asuransi apa pak? Dengan mantab saya jawab BPJS, selanjutnya saya berikan BPJS ibu dan debay. Saya cuma diminta foto copy BPJS ibu dan debay 2 lembar tanpa ada uang jaminan.

Ternyata keluarga pasien yang diminta uang jaminan adalah peserta umum. Tadi sore setelah dirawat dari tanggal 15 s/d 18 September debay dibolehkan pulang. Di bagian administrasi cuma diminta foto copy bpjs 2 lbr, cuma bayar 350 untuk steril karena gak dicover BPJS. Setelah sekian tahun baru kali ini saya menikmati BPJS yang menyenangkan, layanan ramah, RS bersih di ruang kelas 1.

Terima kasih pada seluruh petugas RSCM yang sudah melayani dengan ramah, dokter Roni yang telah menangani cesar dan periksa dalam masa kehamilan. Saya turut terbantu dengan adanya grup ini. BPJS tidak rumit kok selama kita ikuti prosedur.

ilustrasi melahirkan dengan bpjs [theasianparent.com]
______
Pelajaran dari testimoni melahirkan dengan BPJS ini:
  1. Menggunakan BPJS Kesehatan itu mudah asal tahu cara mainnya. Ibu hamil sebaiknya rutin melakukan periksa hamil di faskes 1 menggunakan kartu BPJS. Jadi, bila ada penyulit bisa langsung segera dirujuk ke RS, kontrol rutin di RS, dan persalinannya di RS.
  2. Calon bayi dalam kandungan bisa didaftarkan menjadi peserta BPJS Kesehatan dengan syarat KTP orang tua, KK, surat keterangan denyut jantung bayi (dari bidan atau dokter kandungan) atau hasil USG. Bayi bisa didaftarkan mulai usia kehamilan 7 bulan nanti di kartunya menggunakan nama bayi Ny.... (Ibu calon bayi). Kartu ini gunanya untuk bayi yang lahir dan memerlukan perawatan (untuk berjaga). Jika bayi tidak punya kartu BPJS, maka akan masuk sebagai peserta umum, meskipun ibunya pakai BPJS.
  3. Layanan tubektomi, menjadi ranah BKKBN. Ada diskusi bahwa ke depan tubektomi di RS akan menjadi tindakan dengan tarif INA-CBGs tersendiri (sudah ada dalam Permenkes 59/2014 sebenarnya, hanya masih menjadi diskusi terkait ranah BKKBN).
*Rekomendasi: Cara Mendaftarkan Bayi Dalam Kandungan Untuk Peserta BPJS Mandiri

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Melahirkan Dengan BPJS Itu Mudah

Tampilkan Komentar