Menyuguhkan informasi BPJS Kesehatan terkini dari sudut pandang yang berbeda

Senin, 21 September 2015

Perawat Dan Dokter Tidak Menghargai Pasien BPJS?

Seseorang mengeluhkan bahwa perawat dan dokter tidak menghargai pasien BPJS? Berikut kutipan lengkapnya:

"Walaupun memiliki kartu BPJS Kesehatan tapi kalau melihat ekspresi perawat-perawat melayani pasien BPJS, hmmm jutek-jutek. Makanya gak pernah pake kemarin saja anakku operasi usus buntu tidak berani pakai BPJS tuh, takut... Yah, hanya sekedar buat cadangan darurat saja kalau dah mentok. Mudah-mudahan jangan sampai kepake deh.. Padahal kalau tuh perawat pada mikir itu BPJS bukan gratis."

Tanggapan:

Diantara kita adakah yang pernah mendapatkan pelayanan jutek ketika mengunjungi :

  • rumah makan
  • toko/minimarket
  • bengkel
  • kantor pemerintah utk mengurus surat-surat (ktp, sim, dll)?

Di semua tempat itu saya PERNAH dikecewakan oleh pelayanannya. Kata PERNAH saya tandai, karena tidak selalu terjadi begitu. Di banyak kesempatan saya juga pernah dilayani dengan baik.

Institusi kesehatan sama dengan pelayanan publik yang lain. Seringkali pelayanannya memuaskan, tapi kadang-kadang juga mengecewakan. Itu adalah hal yang sangat biasa.

Yang tidak biasa adalah ketika itu terjadi di era BPJS sekarang ini. Peserta BPJS saat ini menjadi over sensitif terhadap pelayanan. Masalah ada perawat jutek saja bisa jadi curhat di media sosial, dan selalu itu dianggap karena petugas kesehatan meremehkan status mereka sebagai pemegang kartu BPJS Kesehatan.

ilustrasi dokter bpjs tidak menghargai pasien
Padahal masalahnya sederhana. Petugas kesehatan yang jutek, itu adalah masalah pada pribadi orang itu. Sama dengan pelayan rumah makan jutek, pelayan toko jutek, montir bengkel jutek, PNS kantor pemerintah yang jutek, dll.

Pasien BPJS maupun pasien umum, kalau ketemu orang jutek, akan mengalami nasib yang sama.
#BPJS Syndrome

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Perawat Dan Dokter Tidak Menghargai Pasien BPJS?

Tampilkan Komentar