Menyuguhkan informasi BPJS Kesehatan terkini dari sudut pandang yang berbeda

Jumat, 02 September 2016

Kasus Penolakan Peserta JKN-KIS An. Muhammad Rizky Akbar Di Sejumlah RS

Mengenai kasus penolakan peserta JKN-KIS atas nama Muhammad Rizky Akbar di sejumlah Rumah Sakit, kalau dilihat dari kronologisnya, dirujuk karena tidak ada dokter jantung anak itu sudah tepat.

Dan karena sudah dirawat di Eka Hospital 6 hari, kemudian di rumah 1 bulan, kemudian ketika sesak langsung di rawat lagi di Eka Hospital hingga pada akhirnya meninggal dunia, sulit untuk mengatakan bahwa meninggalnya itu akibat "ditolak" banyak RS.
__________

10 Juli 2016 -> RS Siloam Tangerang -> Rawat Jalan (ditanggung BPJS)
11 Juli 2016 -> Klinik Sumber Asih -> Tidak ada dokter Jantung Anak --> Rujuk RS Hermina Tangerang (ditanggung BPJS)
11 Juli 2016 -> RS Hermina Tangerang -> Tidak ada dokter Jantung Anak --> Rujuk ke RS Harapan Kita
11 Juli 2016 -> RSJPD Harapan Kita -> Tidak dirawat karena Keadaan Umum masih baik -> Kembali ke RS Hermina Tangerang
11 Juli 2016 -> RS Hermina Tangerang -> Rujuk ke RS Awal Bros Tangerang -> Tidak ada dokter Jantung Anak -> Rujuk ke RS Eka Hospital (Non Provider BPJS)
11 Juli 2016 -> RS Eka Hospital -> Rawat 1 Malam di PICU + 5 hari rawat inap biasa (Bayar Pribadi)
SATU BULAN KEMUDIAN
19 Agustus 2016 -> Sesak -> RS Eka Hospital -> Rawat ICU
27 Agustus 2016 -> Meninggal dunia
__________

JAKARTA (30/8/2016) :Sehubungan dengan beredarnya pemberitaan tentang penolakan peserta JKN-KIS bernama Muhammad Rizky Akbar oleh sejumlah rumah sakit, Direktur Hukum, Komunikasi dan Hubungan Antar Lembaga BPJS Kesehatan Bayu Wahyudi menegaskan bahwa informasi tersebut tidak sepenuhnya benar. Peserta tersebut tetap memperoleh hak jaminan pelayanan kesehatan oleh BPJS Kesehatan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Pertama, kami turut berduka cita sedalam-dalamnya atas musibah yang dialami ananda Rizky, semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan. Perlu kami sampaikan bahwa untuk kasus emergency, peserta JKN-KIS wajib memperoleh pelayanan kesehatan dari fasilitas kesehatan manapun yang terdekat dari lokasi, baik dari faskes yang sudah bermitra dengan BPJS Kesehatan maupun yang belum,” jelas Bayu.

Rizky diketahui terdaftar sebagai anak pegawai swasta yang telah aktif menjadi peserta JKN-KIS sejak 8 Agustus 2014 dengan hak kelas perawatan kelas II. Bayu memaparkan, BPJS Kesehatan telah berkoordinasi dengan sejumlah rumah sakit yang memberikan pelayanan kesehatan kepada Rizky. Pada tanggal 10 Juli 2016, Rizky mengalami pembengkakan di bagian kaki dan tidak mau makan ataupun minum, sehingga kemudian dibawa ke RS Siloam Tangerang dengan jaminan BPJS Kesehatan. Pasien saat itu tidak dirawat inap dan diberikan resep rawat jalan.

Esoknya, pada tanggal 11 Juli 2016, Rizky semakin pucat sehingga dibawa oleh sang ibu ke Klinik Sumber Asih dan dirujuk ke RS Hermina Tangerangdengan jaminan BPJS Kesehatan.

“Hasil konsultasi dengan dokter anak, diperlukan pemeriksaan ke bagian jantung anak, sehingga dokter segera merujuknya ke RSJPD Harapan Kita. Informasi dari pihak keluarga, di UGD RSJPD Harapan Kita, Rizky hanya diberikan resep obat batuk dan tidak disarankan dirawat karena kondisinya dinilai masih baik sesuai dengan hasil pemeriksaan klinis yang telah dilakukan. Pasien pun kembali ke RS Hermina Tangerang, dan dokter menyarankan agar Rizky dirawat di RS yang memiliki fasilitas dan tenaga dokter spesialis jantung anak. Selanjutnya, pasien diberi rujukan ke RS Awal Bros Tangerang,” kata Bayu.

Hari itu pula, tanggal 11 Juli 2016, ayah pasien membawa Rizky ke RS Awal Bros Tangerang dengan jaminan BPJS Kesehatan. Rizky sempat disarankan dirawat di RS Awal Bros Tangerang, namun karena di RS tersebut juga tidak ada dokter spesialis jantung anak, maka pihak RS menyarankan agar Rizky segera ditangani oleh dokter spesialis jantung anak. Dalam hal ini, RS terdekat yang memiliki dokter spesialis jantung anak adalah RS Eka Hospital (non-provider BPJS Kesehatan).

Pada hari yang sama, ayah pasien pun memutuskan membawa Rizky ke RS Eka Hospital dengan pembiayaan pribadi. Menurut informasi keluarga, Rizky sempat dirawat satu malam di PICU RS tersebut dan 5 hari di ruang rawat inap biasa sebelum akhirnya diperbolehkan pulang.

Satu bulan kemudian, tanggal 19 Agustus 2016, Rizky merasakan nafasnya berat. Keluarganya membawa ke RS Eka Hospital karena rekam medis pasien ada di RS tersebut. Selanjutnya, pasien sempat dirawat di ICU, namun akhirnya pasien yang bersangkutan meninggal dunia pada 27 Agustus 2016.

“Kami telah berkoordinasi dengan RS Eka Hospital terkait penjaminan biaya pelayanan kesehatan Rizky oleh BPJS Kesehatan, yang masuk dalam kondisi emergency dan dirawat sejak tanggal 19 Agustus 2016, sampai dengan peserta yang bersangkutan meninggal.Sekali lagi kami turut berduka cita atas kepergian Rizky,” tutup Bayu.

Arsip media: Bisnis.com

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Kasus Penolakan Peserta JKN-KIS An. Muhammad Rizky Akbar Di Sejumlah RS

Tampilkan Komentar